Media Belajar dan Memahami Ilmu Kimia

Thursday, December 26, 2019

Manfaat Mikroorganisme di Bidang Farmasi dan Kesehatan

0 comments
Manfaat Mikroorganisme di Bidang Farmasi dan Kesehatan
Manfaat Mikroorganisme di Bidang Farmasi dan Kesehatan


Mikrobiologi dalam bidang kesehatan difokuskan pada penemuan substansi-substansi yang dapat menghancurkan mikroorganisme patogen tanpa menyebabkan hewan atau manusia terinfeksi. Pengobatan infeksi menggunakan substansi kimia disebut kemoterapi. Agen kemoterapi yang berasal dari bahan-bahan kimia dan dibuat di laboratorium di sebut obat sintetik, sedangkan bahan-bahan kimia yang secara alami diproduksi oleh mikroorganisme untuk menghambat patogenitas mikroorganisme yang lain disebut sebagai antibiotik.

Selain sebagai sumber antibiotik, mikroorganisme juga dimanfaatkan sebagai vaksin. Beberapa jenis vaksin dikembangkan strain mikroorganisme yang tidak patogen (avirulen), yang disuntikan untuk menstimulasi imunitas terhadap strain mikroorganisme yavirulen. Jenis vaksin lainnya diperoleh dari mikroorganisme virus yang telah dimatikan.

Beberapa jenis mikroorganisme, seperti spesies bakteri dari Pseudomonas dan Propionibacterium diketahui dapat memproduksi vitamin B12 (kobalamin). Vitamin lainnya yaitu vitamin B2 (riboflavin), dihasilkan dari proses fermentasi fungi Ashbya gossypii. Vitamin C ( asam askorbat) diproduksi oleh spesies Acetobacter melalui proses modifikasi glukosa yang kompleks.

Beberapa jenis enzim juga diketahui dihasilkan dari mikroorganisme. Enzim a-amilase yang banyak digunakan dalam industri sabun cuci (detergen) diproduksi oleh Aspergillus spp. Enzim selulase yang digunakan dalam industri kertas, diproduksi oleh Trichoderma viridae. Enzim protease yang berguna untuk mengempukkan daging dan juga digunakan dalam industri penyamakan kulit dihasilkan oleh Aspergillus oryzae.

Sebagian kecil mikroorganisme bersifat patogen. Mikroorganisme alami dalam tubuh kita disebut mikroorganisme normal atau flora normal. Meskipun flora normal ini tidak patogen, namun dalam keadaan tertentu dapat bersifat patogen dan menimbulkan penyakit infeksi Contoh mikroorganisme patogen adalah bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli O157:H7 yang menyebabkan diare. Shigella dysentriae yang menyebabkan disentri, khamir Candida albicans yang menyebabkan keputihan, kapang Aspergillus flavus yang menghasilkan aflatoksin yang dapat meracuni makanan, virus Ebola yang menyebabkan penyakit
Ebola, human immunodeficiency virus yang menyebabkan penyakit AIDS, protozoa Toxoplasma gondii yang menyebabkan toksoplasmosis dan sebagainya.

No comments:

Post a Comment