Reaksi Eksoterm dan Endoterm


Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem (kalor diserap oleh sistem dari lingkungannya); ditandai dengan adanya penurunan suhu lingkungan di sekitar sistem.

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan (kalor dibebaskan oleh sistem ke lingkungannya); ditandai dengan adanya kenaikan suhu lingkungan di sekitar sistem.

Reaksi Eksoterm dan Endoterm
endoterm eksoterm
gambar kiri: reaksi endoterm                        gambar kanan: reaksi eksoterm

Reaksi eksoterm pada umumnya berlangsung spontan, sedangkan reaksi endoterm tidak.
Pada reaksi endoterm : DH    = Hp – Hr > 0 ( bertanda positif )
Pada reaksi eksoterm : DH     = Hp – Hr < 0 ( bertanda negatif)

Contoh Reaksi Eksoterm dan Endoterm. Reaksi Eksoterm merupakan reaksi yang melepaskan kalor dari sistem ke lingkungan sementara itu Reaksi Endoterm merupakan reaksi yang menyerap kalor dari lingkungan ke sistem. 

Contoh Reaksi Eksoterm :
  • Reaksi pembakaran
  • Reaksi Respirasi
  • Reaksi Pembentukan
  • Reaksi Nuklir
  • Reaksi netralisasi
  • Reaksi karbit dengan air
  • Reaksi alkana dengan asam
  • Reaksi pembentukan molekul dari atom pada fase gas
  • Batu kapur direndam dalam air
  • Uap air menjadi hujan (kondensasi)
  • Pencampuran air basa lemah
  • Pencampuran air anhidrat
  • Pembantukan air/salju di awan
  • Uap air menjadi air
  • Air menjadi Es

Contoh Reaksi Endoterm :
  • Es menjadi air
  • Air menjadi uap air
  • Pelarutan urea dalam air
  • Pembentukan kation dari sebuah atom dalam fase gas
  • Pemanggangan ion
  • Mencampurkan air dengan ammonium nitrat
  • Memisahkan pasangan ion
  • Mencairkan garam padat
  • Karbon dipanaskan dengan uap Air
  • Reaksi Fotosintesis


Contoh  Soal
Reaksi Eksoterm

C(s) + O2(g)   →   CO2(g) + 393.5 kJ ;
ΔH = -393.5 kJ *reaksi eksoterm terjadi karena ada perpindahan panas/kalor dari lingkungan ke sistem. apa yg dimaksud dengan lingkungan atau sistem ?
segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian dalam mempelajari perubahan energi dan berubah selama proses berlangsung disebut sistem, sedangkan lingkungan adalah yang di luar sistem.
contoh simplenya seperti ini guys : ketika kita menyalakan api unggun, panasnya akan terasa ke kita walaupun kita tidak bersentuhan.


Kesimpulan:
1. Intinya yaitu jika melihat entalpi/ΔH negatif (-) berarti reaksi eksoterm
2. Gambar grafik anak panah selalu ke bawah (tanda -)
3. adanya perubahan kalor/panas yang didapatkan dari sistem. (sistem ke lingkungan)
Reaksi Endoterm
Pada  reaksi  terjadi  perpindahan  kalor  dari  lingkungan  ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas. Pada reaksi endoterm harga ΔH = positif ( + ) *alasan postif (+) karena kalor diambil dari lingkungan
Contoh :
CaCO3(s) →   CaO(s) + CO2(g)– 178.5 kJ ; ΔH = +178.5 kJ
*reaksi endoterm kebalikan dari reaksi endoterm, yaitu perpindahan kalor/panas dari lingkungan ke sistem.

contoh simplenya seperti ini : tangan yang terasa dingin ketika bersentuhan dengan alkohol. *dikarenakan karena adanya perpindahan kalor/panas dari alkohol (lingkungan) ke tangan (sistem) kita. tangan kita sebagai sistem, alkohol bertindak sebagai lingkungan.


Kesimpulan:
1. Intinya yaitu jika melihat entalpi/ΔH positif (+) berarti reaksi endoterm
2. Gambar grafik anak panah selalu ke atas (tanda +)
3. adanya perubahan kalor/panas yang didapatkan dari lingkungan. (lingkungan ke sistem)
nah sekarang sudah tahu kan perbedaan dari kedua reaksi tersebut .. mudah sekali kok mempelajarinya dan tidak rugi mempelajari ini karena dalam dunia kimia kita tidak lepas dari kedua reaksi tersebut, kita harus mengenal apa yang terjadi ini apakah reaksi eksoterm atau endoterm.
tips mempeljarinya yaitu anda cukup belajar 1 reaksi aja, misalnya pelajari betul-betul reaksi eksoterm, maka untuk reaksi endoterm adalah kebalikannya.



0 Response to "Reaksi Eksoterm dan Endoterm"

Post a Comment