Media Belajar dan Memahami Ilmu Kimia

Wednesday, April 7, 2021

Mengenal Titrasi Redoks Iodometri

0 comments




Titrasi Redoks Iodometri

Belajar Kimia-Titrasi redoks melibatkan reaksi oksidasi dan reduksi antara titran dan analit. Titrasi redoks banyak dipergunakan untuk penentuan kadar logam atau senyawa yang bersifat sebagai oksidator atau reduktor. Aplikasi dalam bidang industri misalnya penentuan kadar alkohol dengan menggunakan iodin, atau penentuan kadar alkohol dengan menggunakan kalium dikromat. Contoh titrasi redoks yang terkenal adalah iodometri, iodimetri, permanganometri. Permanganometri menggunakan titran kalium permanganat untuk penentuan Fe2+ dan oksalat. Kalium dikromat dipakai untuk titran penentuan Besi(II) dan Cu(I) dalam CuCl.


Iodometri adalah analisa titrimetrik yang secara tidak langsung untuk zat yang bersifat oksidator seperti besi III, tembaga II, dimana zat ini akan mengoksidasi iodida yang ditambahkan membentuk iodin. Iodin yang terbentuk akan ditentukan dengan menggunakan larutan baku tiosulfat.

Larutan standar yang dipergunakan dalam kebanyakan proses iodometri adalah natrium tiosulfat. Garam ini biasanya tersedia sebagai pentahidrat Na2S2O3.5 H2O. Larutan tidak boleh distandarisasi dengan penimbangan secara langsung, tetapi harus distandarisasi terhadap standar primer. Larutan natrium tiosulfat tidak stabil untuk waktu yang lama. Sejumlah zat padat digunakan sebagai standar primer untuk larutan natrium tiosulfat. Iodium murni merupakan standar yang paling nyata, tetapi jarang digunakan karena kesukaran dalam penanganan dan penimbangan. Lebih sering digunakan pereaksi yang kuat yang membebaskan iodium dari iodide, suatu proses iodometri

Titik ekivalen ditunjukkan dengan indikator amilum yang memberi warna biru dengan iod. Dengan iodometri dapat ditentukan kadar zat-zat yang dapat bereaksi dengan iod atau zat-zat yang bereaksi dengan iodide (KI) membebaskan iod.

Biasanya indikator yang digunakan adalah kanji/amilum. Iodide pada konsentrasi < 10-5 M dapat dengan mudah ditekan oleh amilum. Sensitivitas warnanya tergantung pada pelarut yang digunakan. Kompleks iodium-amilum mempunyai kelarutan yang kecil dalam air sehingga biasanya ditambahkan pada titik akhir titrasi. Dengan formamida penyerangan kanji oleh mikroorganisme paling sedikit.

Metode titrasi iodometri tak langsung adalah berkenaan dengan titrasi dan iod yang dibebaskan dalam reaksi kimia. Dalam kebanyakan titrasi langsung dengan iod (iodometri), digunakan suatu larutan iod dalam kalium iodide (KI), dan karena itu spesi reaksitifnya adalah ion triiodida, I3–.

Iodida adalah reduktor lemah dan dengan mudah akan teroksidasi jika direaksikan dengan oksidator kuat. Iodida tidak dipakai sebagai titran karena faktor kecepatan reaksi dan kurangnya jenis indikator yang dapat dipakai untuk iodida. Oleh sebab itu, iodometri merupakan proses titrasi yang sangat baik untuk titrasi yang melibatkan iodida. Senyawa iodida yang digunakan di dalam percobaan ini adalah KI yang ditambahkan secara berlebih pada larutan oksidator sehingga terbentuk I2.

No comments:

Post a Comment